Sunday, July 21, 2013

Playfull Kiss

akhirnya nulis juga. :) dari kemarin tangan ini udah gatel banget buat nulis. harusnya sih nulis skripsi ya, apa daya mood lebih mengarah kesini. hihi. :)

sebenarnya banyak hal yang mungkin nggak sempat tertuang dalam blog ini, padahal pikiran-pikiran itu sudah meluap memenuhi kepala. kalau ngomongin cinta (lagi dan lagi) jangan bosen ya my blog-readers. bahkan kata budi (my very best friend since first semester) , default-ku itu ya berhubungan dengan percintaan hahaha :)

dua hari ini aku menghabiskan waktu nonton drama korea yang dulu pernah pengen banget ditonton tapi ga sempat-sempat. judulnya playfull kiss. lucu sih, pemerannya nggak begitu cantik dan cakep, tapi okelah. cukup menggambarkan si cowok yang so cool dan si cewek yang ceroboh tapi selalu bekerja keras.

jadi ceritanya si cewek(oh ha ni) ini ga bisa ngelupain si cowok (seung jo). cowok ini selalu bisa menyelesaikan apapun dalam hidupnya, karena dia sangat pintar. tapi ada satu hal yang tidak bisa dia pecahkan : oh ha ni. ceritanya si cowok ini ganteng dan pintar, wajarlah kalau banyak cewek yang suka, sampai cewek-cewek tipe-tipe barbie. si cewek ini cerita sama ibu si cowok tentang si barbie, dan ibu seung jo bilang (ini nih, make sense banget) :  

"seperti gelas dan tutupnya, kalau cocoknya sama tutup gelas, mau  ditutup pake tutup panci yang lebih besar dan kece pun nggak bakal cocok dan terlihat aneh. "

ada lagi kata-kata yang cukup membekas di pikiranku :

"ketika dua orang saling jatuh cinta, disitulah terjadi keajaiban"

aku rasa benar juga, jatuh cinta pada seseorang, kemudian seseorang itu membalas dengan perasaan yang sama. sungguh ajaib. mungkin setiap kita pernah mengalami apa itu jatuh cinta, tapi untuk jatuh cinta bersama dengan seseorang yang tulus mencintai kita, belum semua orang mengalaminya, tapi keajaiban itu pasti ada, hanya saja entah kapan datangnya. 

aku, tipe orang yang mudah melupakan kepahitan dan bukan pendendam, aku sangat bersyukur. tapi, saat menonton drama ini rasanya geli sendiri melihat oh ha ni si cewek yang selalu bilang pada kedua temannya bahwa dia akan melupakan seung jo dan mengakhiri perasaannya ketika melihat si cowok bersama wanita lain yang tentunya lebih darinya. kegelian kedua adalah ketika aku mendengar bahwa kedua temannya menyarankan untuk selalu melupakan seung jo dan memulai cinta yang baru. tapi oh ha ni tidak pernah behasil melakukan apa yang dia katakan, sampai akhirnya mereka berdua menikah.

hari ini aku mendapatkan telefon dari sahabat terbaikku sepanjang masa, bella . aku sangat berbahagia mendengar kabar bahwa bella dan iam akhirnya resmi jadian. sampai-sampai menetes air mata ini saking bahagianya ( ini nggak lebay, ciyus deh) hahahha. 

aku mulai bercerita dan selayaknya oh ha ni (entah untuk yang keberapa kalinya) aku mengatakan ini: 
f : "kalau dia datang lagi, i dont want him" 
b: "yakin?"
f: "kali ini beneran kok mbi"
dan di ujung pembicaraan sebelum menutup telefon......
b: "udah ya nggak usah sama dia"
well, itulah yang selalu bella katakan. yaampuuuun geli banget dengan segala kemiripan ini hahahaha :D entah berapa kali aku berkata untuk berhenti, entah berapa kali bella, anna, ari mengatakan hal yang sama. 

aku tidak ingin mendahului Tuhan, aku tidak tahu apa yang akan  terjadi ke depannya. kisahku memang tidak sama dengan oh ha ni, karena untuk kisahku, saat ini, aku ingin semuanya berhenti, meski mungkin masih tersisa beberapa keping detik waktu. 

aku selalu membayangkan apa yang terjadi di drama (yg bagus-bagus doang sih hahaha), dan menempatkan diriku sebagai tokoh utama wanita. dan biasanya pemeran utama pria itu adalah sesorang yang merajai hatiku. halah. tapi lucunya, kali ini aku benar-benar tidak dapat menemukan pemeran utama pria, aku rasakan lagi, rasakan lagi, seraching lagi di browser hati ku ini, tapi no result. hanya ada sedikit keping waktu yang siap terhapus seiring dia berjalan. bahkan kepingan waktu itu pun tidak cukup kuat untuk menempati posisi pemeran utama pria. :D 

terimakasih Tuhan telah mengosongkannya, sehingga akan segera siap untuk diisi. :D

nb : jangan mencoba menarik kesimpulan tentang siapa orang yang dibahas dalam telefon, itu sangat tidak terduga :p

Thursday, July 11, 2013

Berhentilah

banyak sekali hantu
selalu datang dan pergi
entah di dunia nyata ataupun dalam mimpi
bahkan mimpi yang nantinya meninggalkan semu

kamu, bahagiakah?
jika tidak bahagia, bertahankah?
mempertahankan itu, bodohkah?
bodoh dengan cinta dan logika, samakah?

aku, memintamu berhenti
berhenti menghantui
berhenti menikmati
permainan yang kauciptakan sendiri

hantu, terus membayangi
bayangan yang menyiksa diri
bahkan disaat diri ini sendiri
dan disaat segala rasa sudah mati

pergilah sampai kakimu lelah
pergilah meski memang tak tau arah
karena aku disinipun sangat lelah
diganggu tubuh yang tak berarwah.

Wednesday, July 10, 2013

Pipi-Pipi Gembul

terpaku aku pada sosok yang teramat lucu
matanya menyipit dipangku sofa empuk
hidungnya tenggelam terjepit donat
bibirnya manyun tak karuan

dibalik pipi-pipi gembul
tersirat tatapan ekspresi polos
dibalik bibir-bibir kecil
terucap beribu ketulusan

aku terpaku pada sosok yang teramat elok
rambutnya menyibak jatuh terurai
hidungnya mancung tak berbelok
tapi terpakuku segera tercerai

bersembunyi kata-kata manja
dibalik pipi-pipi tirus
mengarah tatapan mesra
dibalik bulu mata palsu

mata-mata belo, baik milik si tirus maupun si gembul
keduanya sama, tapi sinarnya berbeda
keduanya membuat jatuh cinta setiap menyembul
tapi sifat cinta yang timbul, tak pernah sama.


Monday, July 8, 2013

Putih Abu-Abu

Setelah sekian lama nggak update MV-MV barunya K-Wave, akhirnya barusan dapet deh dari temen. Sejujurnya gatau juga sih itu MV baru atau lama, tapi salah satu MV itu adalah I YAH – Boyfriend. Kayaknya sih ini rookie boygroup yah? Duh kurang tau juga. Hihi. Yang pasti, setelah ngeliat MV ini, rasanya seperti flashback ke masa-masa muda. Ceilah, sok tua gitu. Yak, tepatnya masa-masa SMA.

Masa SMA buat aku, pastinya nggak bakal terlupakan. Masa-masa dimana aku sangat tidak produktif sebagai seorang remaja yang seharusnya membangun prestasi. Tapi di masa itulah aku banyak belajar dari lingkungan non-akademis. Di masa itu pula aku tersadar bahwa disamping akademis, perlu juga pergaulan sosial yang membangun diri kita menjadi pribadi yang lebih dewasa. Walaupun jalan yang ditempuh sangat rentan mengarah ke hal-hal yang mengesampingkan akademis. Dan di masa itu pula aku bersyukur punya ketiga sahabatku (Bella , Anna, Ari), yang meskipun sama-sama belum dewasa tapi bisa saling mengingatkan untuk selalu “on the right track”.

Selain bergumul dengan pergaulan yang butuh banyak penyesuaian dalam diri, saat itu pula gejolak asmara mudah sekali meluap. Ceilah. MV nya Boyfriend tadi tuh , ngingetin aku banget di masa-masa SMA, dimana aku (dan mungkin teman-temanku juga dan mungkin kalian juga), dengan bebasnya mengekspresikan rasa cinta meskipun terangkum dalam raut salah tingkah khas remaja. Duh, pokoknya berasa di film-film / drama romantis gitu deh, pegangan tangan sambil malu-malu, gandengan sepulang sekolah, diantar jemput pacar ke sekolah, telat bareng, saing-saingan gebetan, duuuuh :”) dan lucunya lagi, di masa itu kita bisa dengan bebas mengekspresikan itu semua tanpa peduli bahwa mungkin di mata orang dewasa, hal-hal tersebut terlalu berlebihan dan bikin eneg :p tapi ya itulah seninya. Makanya aku setuju banget kalo orang bilang masa SMA itu masa paling berkesan dan nggak akan pernah terulang lagi.

Tuhan memberikan aku banyak ujian di masa-masa transisiku itu dan aku sangat bersyukur karena semua itu mendewasakan dan menguatkan. J

Thursday, July 4, 2013

Padang Kunang-Kunang

ada satu hal yang bisa melenyapkan kesedihan dan segala beban yang ada di pikiran ini :  memandangi hamparan lampu-lampu kota di malam hari. 

entah sejak kapan kebiasaan ini dimulai, yang pasti sewaktu SMA aku sudah mulai mendapatkan 'eyes service' dengan memandangi lampu-lampu kota di malam hari ini dari orang-orang yang cukup mengerti kegemaranku ini.

my fav stuff and my habit ini kebawa juga sampai masa perkuliahan (dan sampai sekarang as well). well, kuliah di semarang yang berbukit-bukit memungkinkan aku untuk menikmati hiburan ini kapanpun dan dimanapun tanpa harus membayar mahal. ya meski terkadang aku masih memanjakan diri untuk melihat hiburan ini dari tempat-tempat berbayar. 

aneh memang, mereka hanya terdiam dan aku menikmatinya. setiap kedipan lampu yang sesungguhnya diam, aku melupakan segala bebanku. apalagi saat langit yang menaunginya tak mau kalah menampilkan jutaan lampu-lampunya. padahal mereka juga tak kalah diamnya dengan lampu-lampu dibawahnya, tapiii...duuuh, indah banget. 

aku cukup berterimakasih kepada beberapa orang yang menunjukkan tempat-tempat tersembunyi untuk menikmati lampu-lampu kota di malam hari ini. dan especially di semarang sih. pgn banget ke negeri orang dan menikmati view yang berbeda. (yang pasti lebih banyak lampunya hahhaha). pernah juga ngeliat di kota lain, such as jogja, tapi belum ada yang ngalahin semarang, mungkin karena aku juga udah tau tempat-tempat tersembunyinya.

waktu aku sedih atau ada masalah atau ada beban berat, (selain berdoa) terkadang aku sengaja menampakkan diri kepada padang kunang-kunang itu. meskipun mereka hanya diam, tapi mereka cukup meyakinkan aku bahwa mereka mendengarkan apa yang tidak terucap, dan pastinya membawa terang dalam gelap.

semalam tadi, tiba-tiba helm ku hilang di kosan dan itu aneh banget. curious banget sampe sekarang, karena inget bgt pager kosan dikunci, yasudahlah , ikhlasin aja, meskipun bete, at least Tuhan masih menjagai motor aku. nah disaat bete-betenya begitu, eh ada ajakan menyambangi padang kunang-kunang, langsung deh cabut. niatnya sih mau beli helm sekalian tapi ya udah pada tutup. pfft. 

and well, langsung lupa deh kalo bete. padahal waktu makan bareng acang dan yeci masih nerocos bete atas raibnya sang helm. begitu disuguhin padang kunang-kunang langsung deh anteng, ga berkutik. cuma mantengin lampu-lampu sambil ndengerin obrolan para pengajak yang roaming-able di kupingku. 

saat itu aku berfikir, lampu-lampu itu seperti setiap manusia, masing-masing memancarkan sinarnya, kadang redup, kadang teramat terang. tapi setiap mereka selalu berusaha untuk bersinar dan memberikan terangnya. dan jika semua sinar itu benar-benar terang dan bersatu, keindahannya akan sama seperti padang kunang-kunang favoritku ini.




Wednesday, July 3, 2013

Cermin-Cermin

semalam tadi aku cukup dikejutkan oleh diriku sendiri.
 ada yang berbeda dalam anatomi tubuh ini.
dan itu membuat anatomi jiwaku ikut berubah.
perasaan yang sangat intim dengan diri sendiri.

coba pandangi dirimu di depan cermin.
sungguh hebat dan luar biasanya ciptaan Tuhan.
Tuhan sungguh pandai memahat badan.
juga tak kalah pandai memahat batin.

bercermin pada cermin datar
masa kini kulihat, apa yang aku lalui akhir-akhir ini.
bercermin pada cermin cembung,
terbayang apa yang terjadi di masa lalu.

cermin cembung memang memperluas ruang,
tapi elemen-elemen di dalamnya sungguh kecil.
apa yang kecil lama-kelamaan akan pudar,
terlupakan tapi tetap terkenang.

apa yang ada di depan kita berada di jauh tak terhingga
sinar-sinar masa depan akan datang,
dan dikumpulkan pada satu fokus utama oleh cermin cekung,
sehingga bayangan yang terbentuk hanyalah sebuah titik di titik fokus cermin.



Tuesday, July 2, 2013

Challenge

semakin dewasa semakin bertambah pula apa yang kita hadapi dalam kehidupan ini. semakin banyak tantangan yang menanti di depan mata. disaat tantangan ini ada di depan mata kita, disaat itulah kita harus pintar-pintar menghadapinya. tantangan itu akan terasa mengancam apabila kita melihatnya dari sisi negatif dan menganggapnya sebagai beban. tapi, jika kita melihat dari sisi positif, tantangan itulah yang memperkuat diri kita, menjadikan kita semakin berkualitas, dan menjadi batu loncatan untuk mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpi kita. 

aku tidak tau apakah orang lain berpikir sama denganku atau sama sekali berbeda. mnurutku dewasa itu tuntutan. dari sisi diriku, aku tidak pernah merasa tua. pribadi yang mengelabuhi diriku adalah pribadi yang dipenuhi dengan highschool paradigm, yang penuh dengan gejolak dan mungkin masih labil. hal ini lah yang aku rasakan, jiwaku selalu muda.

tapi kedewasaan itu harus tetap mengiringi jiwa muda itu. dewasa disini diartikan sebagai tanggung jawab atas diri sendiri, tugas-tugas yang menantang kita, dan kepada orang-orang disekitar kita yang menaruh harapannya pada kita. boleh saja berjiwa muda, asalkan selalu tau apa yang harus dikerjakan dan harus diselesaikan. satu lagi poin dari kedewasaan ini , yaitu menyeimbangkan jiwa muda yang memberikan efek positif (in my case sih..) dan tanggung jawab atas segala tantangan yang selalu ada dan terus berdatangan untuk meningkatkan kualitas diri. 

Intinya, cara kita menyikapi suatu hal itulah yang menunjukkan tanggung jawab kita dan mewujudkan arti kedewasaan. seperti yang pernah aku bahas dalam postingan sebelumnya, meski mungkin secara tersirat., jika seseorang pandai bersyukur, dia akan melihat kesedihan sebagai suatu langkah menuju kebahagian. dan saat seseorang berpikir positif, dia akan melihat suatu tantangan-tantangan yang ada bukan sebagai suatu ancaman melainkan sebagai peta jalur batu loncatan yang akan menuntunnya menuju mimpi-mimpi dan cita-citanya yang indah.

semangat terus untuk siapapun yang baca tulisan ini :)

Itik

setelah sekian lama terendap
setelah sekian lama terpendam
akhirnya meluap juga
akhirnya memekik jua


disini, ada sesosok itik yang buruk rupa
mungkin keahliannya berenang sama dengan itik-itik lain
bedanya, dia selalu mengasah kemampuannya berjalan
dan  dia selalu mencoba untuk terbang

meskipun dia tau hal itu mustahil
tapi ada kekuatan yang selalu mendorong dirinya
dan meyakinkannya
bahwa dia pasti bisa

siapa yang peduli pada si itik?
tidak ada yang peduli
tidak masalah, si itik sudah terbiasa
terbiasa menghadapi semuanya, sendiri

dia tidak pernah bermimpi menjadi cantik
dia hanya ingin selalu diberi kekuatan
kekuatan untuk terbang, untuk berdiri sendiri
dan itulah yang menjadikannya istimewa

Monday, July 1, 2013

Semu

Selamat pagi Tuhan yang Maha membolak-balikkan hati.

Ada kalanya terbebas.
Ada kalanya terjerat.
Ada kalanya sangat mudah untuk beranjak.
Ada kalanya sangat sulit untuk beranjak.

Kadang, kesedihan itu ciptaan manusia sendiri.
Mereka hanya tidak tahu caranya bersyukur.
Mungkin sebenarnya bukan tidak tahu,
hanya kurang paham.

Kebahagiaan pun, sebenarnya ciptaan manusia sendiri.
Bagi mereka yang pandai bersyukur,
selalu tercipta kebahagiaan.
Meski terkadang, kebahagiaan itu semu.

Kebahagiaan yang dinikmati sendiri.
Tanpa peduli apa penyebabnya.
Tak peduli apakah penyebabnya juga merasa bahagia,
atau justru juga sama sekali tidak peduli.

Tidak perlu dikasihani.
Jangan pula ditertawakan.
Suatu saat, semu akan menjadi nyata.
Entah kapan saatnya.

Hanya di waktu yang tepat, yang sudah Tuhan tentukan.