Thursday, July 4, 2013

Padang Kunang-Kunang

ada satu hal yang bisa melenyapkan kesedihan dan segala beban yang ada di pikiran ini :  memandangi hamparan lampu-lampu kota di malam hari. 

entah sejak kapan kebiasaan ini dimulai, yang pasti sewaktu SMA aku sudah mulai mendapatkan 'eyes service' dengan memandangi lampu-lampu kota di malam hari ini dari orang-orang yang cukup mengerti kegemaranku ini.

my fav stuff and my habit ini kebawa juga sampai masa perkuliahan (dan sampai sekarang as well). well, kuliah di semarang yang berbukit-bukit memungkinkan aku untuk menikmati hiburan ini kapanpun dan dimanapun tanpa harus membayar mahal. ya meski terkadang aku masih memanjakan diri untuk melihat hiburan ini dari tempat-tempat berbayar. 

aneh memang, mereka hanya terdiam dan aku menikmatinya. setiap kedipan lampu yang sesungguhnya diam, aku melupakan segala bebanku. apalagi saat langit yang menaunginya tak mau kalah menampilkan jutaan lampu-lampunya. padahal mereka juga tak kalah diamnya dengan lampu-lampu dibawahnya, tapiii...duuuh, indah banget. 

aku cukup berterimakasih kepada beberapa orang yang menunjukkan tempat-tempat tersembunyi untuk menikmati lampu-lampu kota di malam hari ini. dan especially di semarang sih. pgn banget ke negeri orang dan menikmati view yang berbeda. (yang pasti lebih banyak lampunya hahhaha). pernah juga ngeliat di kota lain, such as jogja, tapi belum ada yang ngalahin semarang, mungkin karena aku juga udah tau tempat-tempat tersembunyinya.

waktu aku sedih atau ada masalah atau ada beban berat, (selain berdoa) terkadang aku sengaja menampakkan diri kepada padang kunang-kunang itu. meskipun mereka hanya diam, tapi mereka cukup meyakinkan aku bahwa mereka mendengarkan apa yang tidak terucap, dan pastinya membawa terang dalam gelap.

semalam tadi, tiba-tiba helm ku hilang di kosan dan itu aneh banget. curious banget sampe sekarang, karena inget bgt pager kosan dikunci, yasudahlah , ikhlasin aja, meskipun bete, at least Tuhan masih menjagai motor aku. nah disaat bete-betenya begitu, eh ada ajakan menyambangi padang kunang-kunang, langsung deh cabut. niatnya sih mau beli helm sekalian tapi ya udah pada tutup. pfft. 

and well, langsung lupa deh kalo bete. padahal waktu makan bareng acang dan yeci masih nerocos bete atas raibnya sang helm. begitu disuguhin padang kunang-kunang langsung deh anteng, ga berkutik. cuma mantengin lampu-lampu sambil ndengerin obrolan para pengajak yang roaming-able di kupingku. 

saat itu aku berfikir, lampu-lampu itu seperti setiap manusia, masing-masing memancarkan sinarnya, kadang redup, kadang teramat terang. tapi setiap mereka selalu berusaha untuk bersinar dan memberikan terangnya. dan jika semua sinar itu benar-benar terang dan bersatu, keindahannya akan sama seperti padang kunang-kunang favoritku ini.




No comments:

Post a Comment