Friday, June 7, 2013

Upgrading Life

Hello my stalkers.. Hello my-blog’s readers..
Today, I wanna tell you something, which I kept as a secret lately. Saturday, June 8th 2013, it has been a week since my life had totally changed................

Since I’m working on my script-sweet, you know, It was really made you think that Fira Nathania was a total trash.  Bangun siang lah, ngerjain skripsi tergantung mood lah and many more.

But, Lord Jesus put that trash, and doing some recycle maybe. And I called it miracle. Maybe for some other people its really nothing, but for me... its really something.

Iseng-iseng nemenin Bella jadi jobseeker di job fair, dan daftar-daftar juga dengan status masih mengerjakan skripsi. Ternyata ... diterima!

Tuhan selalu mempunyai rencana yang terbaik buat hidup kita. Beberapa kali dapet panggilan nih, yang di luar kota ada aja kendalanya. Sempet dapet panggilan di salah satu perusahan broadcasting ternama di Jakarta dan saya telat buka email. Tolong di garis bawahi dan di bold kalimat disamping -_-

Akhirnya aku bekerja di perusahaan ini. Walaupun sebenarnya kantor pusatnya di Jakarta, tapi puji Tuhan juga penempatan di Semarang. Jadi sembari kerja masih bisa ngerjain skripsi dan bimbingan-bimbingan juga. Coba deh kalo dipikir lagi, Tuhan baik banget, dan merencanakan semuanya sesuai dengan apa yang baik untuk kita.

Nggak dipungkiri, orang tuaku pinginnya aku lulus July atau Oktober. Tapi , aku pun jujur kepada kedua orang tuaku bahwa aku belum bisa memenuhi itu dan ternyata Tuhan kasih gantinya tepat di bulan Juni, dengan memberikan pekerjaan ini buat aku.

Waktu pertama kali tau dapet kerjaan ini, banyak hal yang berkecamuk di dalam hati ini, tsaaaaah. “Tuhan, aku nggak mampu Tuhan, aku harus gimana, Engkau tahu Tuhan aku nggak ahli di bidang ini Tuhan” dan masih banyak kata-kata yang berlari-lari di pikiranku, juga di hatiku, yang mengungkapkan betapa rendahnya aku di hadapan-Nya. Tapi itu semua dibarengi dengan rasa syukur dan rasa haru saat aku mengingat betapa bahagianya kedua orang tuaku ketika mendengar kabar ini. Betapa aku didukung penuh dan diberi berbagai nasihat. Betapa kedua orangtuaku menganggap aku sudah dewasa akan tanggungjawab ini. Sampai air mata ini jatuh tanpa tau dimana hulu dan hilirnya. Tapi aku benar-benar menangis. Dan saat itu pula selalu terucap doa yang mungkin secara spontan terulang dalam benakku “Tuhan yang mampukan aku.” “Tuhan kuatkan aku untuk tidak mengecewakan orangtuaku dan bidang kerja yang aku geluti.” “Beri kekuatan untuk mengatur waktu antara skripsi dan pekerjaanku.” Tuhan, terimakasih telah memberikan aku kesempatan mencicipi pengalaman ini.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hufttt... Udahan deh ya cerita haru biru dan serius-seriusnya. Nah.. Now its my-love-life turn..

Sejak sibuk mengurus berbagai interview, tes-tes, bimbingan skripsi, kickfest (akhirnya WeLoveMonday punya album, Puji Tuhan lagi :) ), dll. Aku benar-benar tenggelam dalam duniaku sendiri. Makanya, jadi sering bgt update twitter “Berasa keluar dari goaa” hahahha.

My dearest stalker.. Semua ini nggak terlepas dari peran off-nya paket langganan si bb . Awal mulanya sih karena awal bulan dan pas bokek, pas juga itu langganan abis. Eh lama-lama jadi mikir, kayaknya bakal fine-fine aja deh nggak langganan. Dan terbukti kok. Kehidupanku : TENANG. Aku sibuk, sampe kosan udah capek, nggak ada yang ngerewelin, tenang deh pokoknya. Hati juga nggak kocar-kacir kemana-mana kan. 

Nah, tapiiiiiiiiiii.. beberapa hari yang lalu diputuskanlah untuk mengaktifkan kembali si bb, memberi nafas kehidupan buat si bb. Bhuuuuuuuuuuuuuuuulll!

Sehidupnya si bb, datanglah berbagai makhluk Tuhan yang mulai mengaduk-aduk perasaanku. Ada yang bikin bete setengah mati sampe akhirnya terpaksa delcon. Ada juga yang bikin hati ini up and down nggak karuan (dipikir push up kali -_-). Dan masih ada beberapa lagi yang mencoba menerobos masuk ke aliran darah kemudian ke hati (apasih.....). 

Dan dari runtutan kejadian ini, aku mulai berpikir,  kenapa ya setiap aku jatuh cinta atau paling nggak lagi fluttering gitu, hidup berasa nggak tenang. Cinta itu harusnya Indah kan ya kayak nama emak aku. Bukannya selalu bikin Heru (read : heran) kayak nama bapak aku. Ya kaaan?

Mungkin, mungkin  nih ya, cinta itu emang belum tepat buat kita. Karena seharusnya, cinta itu indah, penuh ketulusan, penuh kasih, dan menenangkan. Thats the theory, what about the fact?Lemme me feel it and understand it ;)

No comments:

Post a Comment